Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Sekolah Sabat - Triwulan 4 2026 - Pelajaran 2

Avatar for Adam Adam
October 04, 2026

Sekolah Sabat - Triwulan 4 2026 - Pelajaran 2

PANGGILAN SEORANG NABI

Avatar for Adam

Adam

October 04, 2026

More Decks by Adam

Other Decks in Education

Transcript

  1. Kurang lebih 1.900 tahun memisahkan Abraham (nabi pertama Perjanjian Lama)

    dari Yohanes Pembaptis (nabi pertama Perjanjian Baru). Yang pertama memberitakan perjanjian itu melalui “benih” tersebut. Yang kedua memberitakan kedatangan “benih” itu (Yesus), yang akan menggenapi perjanjian yang dijanjikan tersebut. Sementara itu, nabi-nabi lain dipanggil untuk memulihkan persekutuan umat dengan Allah dan memelihara pengharapan akan Mesias. Bahkan, ada yang memberitakan waktu yang tepat bagi kedatangan Mesias. Bagaimana para nabi ini dipilih? Bagaimana mereka menanggapi panggilan kenabian mereka? ±1,900 tahun ABRAHAM 19th century BC JOHN PEMBAPTIS 1st century AD
  2. Abraham adalah orang pertama yang disebut sebagai "nabi" (Kej. 20:7).

    Ia dipanggil secara langsung oleh Allah dan diminta untuk meninggalkan penyembahan berhala serta amoralitas yang melingkupinya demi pergi ke suatu tempat yang belum ia kenal (Kej. 12:1). Bersamaan dengan panggilan itu, datanglah beberapa janji. Ia akan menerima berkat Allah, ia akan ditinggikan, dan melalui dirinya, berkat itu akan menjangkau “semua kaum di bumi” (Kej. 12:2-3). Bagaimana tanggapannya terhadap panggilan itu? ”Karena iman, Abraham taat ketika ia dipanggil untuk berangkat ke tempat yang akan diterimanya sebagai milik pusaka. Lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui ke mana ia pergi” (Ibrani 11:8). Sebagai seorang nabi, Abraham tidak dipanggil untuk mengumumkan bencana yang akan datang, melainkan untuk memperkenalkan Allah yang sejati dan menyatakan janji keselamatan melalui Mesias.
  3. Selama tinggal di Kanaan, Abraham (yang nama aslinya adalah Abram)

    beberapa kali bertemu dengan Allah dan menerima berbagai pesan: Di Sikhem, ia dijanjikan bahwa keturunannya akan mewarisi tanah Kanaan (Kej. 12:6-7). Di Betel, Allah memperbarui perjanjian-Nya, mengatakan bahwa keturunannya akan menjadi seperti “debu tanah” (Kej. 13:14-18). Di Mamre, ia diyakinkan bahwa keturunannya akan sebanyak bintang-bintang. Abram percaya (Kej. 15:1-6). Pada saat itulah, Allah mengikat perjanjian dengan Abram dengan berjalan di antara hewan-hewan kurban (Kej. 15:721). Allah mengubah nama dia dan nama Sara, serta meyakinkannya bahwa keturunannya adalah anak laki-laki Sara (Kej. 17:1-8, 15-16). Secara fisik, Allah menampakkan diri kepada Abraham bersama dua malaikat dan memberitahukan kepadanya tentang kelahiran Ishak (Kej. 18:1-2, 10). Allah meminta Abraham mengorbankan Ishak. Dengan menyediakan korban pengganti, rencana penebusan yang agung dinyatakan (Kej. 22:1-3, 9-13).
  4. Ahab dan Izebel telah menyeret bangsa Israel ke dalam kemurtadan

    yang parah. Hanya sedikit orang yang melayani Allah; sisanya menyembah Baal, Asyera, dan allah-allah lain. Dalam situasi itulah, Allah memanggil nabi Elia untuk memulihkan hubungan-Nya dengan umat pilihan-Nya (1 Raja-raja 17:1). Setelah beberapa tahun mengalami kekeringan, Elia memanggil bangsa Israel ke Gunung Karmel untuk mengajak mereka kembali kepada Allah, namun mereka tidak menanggapinya (1 Raja-raja 18:21). Diperlukan sebuah mukjizat agar mereka mengakui Allah yang sejati (1 Raja-raja 18:30-39). Pesan Nabi Elia—untuk meninggalkan penyembahan berhala dan berbalik kepada Allah—akan dikumandangkan kembali dengan penuh kuasa menjelang Kedatangan Kedua. Tujuan utamanya: memulihkan mezbah keluarga (Maleakhi 4:5-6). Melalui keluarga, ibadah akan dipulihkan kembali di gereja, masyarakat, dan bangsa-bangsa. Siapakah yang akan melakukan pekerjaan ini? Anda dan sayalah Elia yang dibutuhkan masyarakat saat ini.
  5. (Yes 53:6) Yesaya dipanggil untuk meminta umat mengakui dosa mereka

    dan menerima pengampunan Allah (Yesaya 1:18). Ketika Raja Uzia wafat, Yesaya menerima penglihatan luar biasa yang akan terus ia ingat sepanjang pelayanannya: Allah berada di Bait-Nya yang kudus, dan sementara tiang-tiang ambang pintu berguncang, hati sang nabi pun turut gemetar karena ketidaklayakan dirinya sendiri (Yesaya 6:1-5). Setelah diampuni, ia mampu memberitakan pesan Allah tanpa rasa takut: “Ini aku, utuslah aku” (Yesaya 6:6-8). Pelayanannya yang panjang tidak hanya mencakup seruan untuk bertobat, tetapi ia secara khusus memberitakan karya Yesus, Sang Mesias. Tidak mengherankan jika Kitab Yesaya disebut sebagai "proto-Injil" (yaitu, Injil sebelum Injil).
  6. (Yes 53:6) Pasal 53 Kitab Yesaya memuat penjelasan terperinci mengenai

    rencana penebusan yang dilaksanakan oleh Yesus: Daya tariknya bukan bersifat fisik, tetapi rohani (ay.2) Ia dihina, hancur, dan ditolak (ay. 3) Ia menyembuhkan banyak orang, mereka tidak menerima Dia (ay. 4). Melalui kematianNya, Dia memberi keselamatan (ay. 5). Allah menimpakan segala dosa kita ke atas-Nya (ay. 6) Ia tidak membela diri di hadapan para penuduhnya (ay. 7). Ia diadili dan dijatuhi hukuman mati (ay. 8). Ia dikuburkan bersama orang-orang kaya (ay. 9a) Ia tidak pernah berdosa Ia bangkit kembali dan membawa penebusan (ay. 10) Suatu hari nanti dia akan tinggal bersama orang-orang yang telah dia tebus (ay.11) (ay. 9b) Sementara itu, bersyafaat untuk kita (ay. 12)
  7. DANIEL: NABI MASA DEPAN Sejak semula, Daniel dikenal karena kesetiaannya.

    Ia setia dalam hal makan (Dan. 1:8); ia setia dalam memuliakan Allah (Dan. 2:27-30); ia setia dalam menyampaikan nubuat tentang malapetaka bagi Nebukadnezar (Dan. 4:19); ia setia dalam menegur dosa Belsyazar (Dan. 5:22-23); ia setia dalam kehidupan doanya (Dan. 6:10). Ia dipanggil untuk memberitakan bangkit dan runtuhnya kekaisarankekaisaran besar dunia: Babilonia, Persia, Yunani, Roma, dan Eropa (Dan. 2, 7-12). Daniel memberitakan Penghakiman (Dan. 7:9-10) dan waktu yang tepat bagi kedatangan Yesus yang pertama (Dan. 9:2427). Nubuat-nubuatnya membantu kita dewasa ini untuk memberitakan penggenapan dari bagian yang masih harus digenapi: kedatangan Kerajaan Allah (Dan. 2:44; 7:27).
  8. (Yoh 1:23) Seperti nabi-nabi lainnya—seperti Samuel atau Yeremia—Yohanes telah dikhususkan

    sebelum ia lahir. Ia dipanggil untuk melakukan pekerjaan Elia, sebagai perintis jalan bagi Mesias (Lukas 1:13-17). Kehidupannya yang keras, dan keyakinannya dalam menyatakan dosa dan mendesaknya untuk bertobat, membuat banyak orang dibaptis (Markus 1:4-6). Pelayanannya menandai titik balik di Israel yang dilawan oleh iblis, sehingga menyebabkan kematian sang nabi (Luk 9:9). Pekerjaan Yohanes (yang juga merupakan pekerjaan Elia) kini menjadi pekerjaan kita. Kita dipanggil untuk mempersiapkan kedatangan Yesus dengan memberitakan Injil pertobatan dan keselamatan kepada semua orang melalui kematian Yesus yang membawa penebusan. Jalan ini tidaklah selalu mulus dan penuh kenyamanan. Jalan ini menuntut kesetiaan, keyakinan, dan dedikasi. Keamanan duniawi tidaklah terjamin, namun hidup kekal sudah pasti menjadi milik kita—dan milik mereka yang menerima pesan ini hari ini.
  9. “Sangatlah berharga bagi gereja Allah di bumi saat ini—yaitu mereka

    yang memelihara kebun anggur-Nya—pesan-pesan nasihat dan peringatan yang disampaikan melalui para nabi yang telah menjabarkan dengan jelas tujuan kekal-Nya bagi umat manusia. Dalam ajaran para nabi, kasih-Nya terhadap umat manusia serta rencana-Nya untuk keselamatan mereka dinyatakan dengan jelas. […] Dan saat ini, pesan Allah bagi gereja-Nya—bagi mereka yang menggarap kebun anggur-Nya sebagai penggarap yang setia—tidak lain adalah pesan yang disampaikan melalui nabi pada masa lampau: ‘Bernyanyilah tentang dia: Kebun anggur yang menghasilkan anggur merah. Aku, TUHAN, penjaganya; Aku menyiramnya setiap saat: supaya jangan ada yang merusaknya, Aku menjaganya siang dan malam.’ (Yesaya 27:2-3)” EGW (Prophets and Kings, p. 22)
  10. APPENDIX: Panggilan Kenabian Ellen G. White Ellen Gould Harmon menerima

    penglihatan pertamanya bulan Des 1844, saat ia berusia 17 tahun. William Miller menafsirkan nubuat Daniel 8:14 sebagai pengumuman kedatangan kembali Yesus pada tahun 1843. Kemudian, tanggal 22 Oktober 1844 ditetapkan. Namun, Yesus tidak datang. Ellen diperlihatkan sebuah jalan yang membentang dari bumi ini menuju Yerusalem surgawi, dan umat Advent sedang menempuh perjalanan menuju Kota Suci itu dengan dipimpin oleh Yesus. Jika pandangan mereka terus tertuju kepada Yesus, mereka terus melangkah maju di jalan tersebut. Melalui penglihatan ini, Allah meyakinkan orang-orang percaya bahwa mereka berada di jalan yang benar. Meskipun pada awalnya hanya sedikit yang memercayai Ellen, pada akhirnya ia diterima sebagai seorang nabi. Pesan-pesannya memberikan dorongan dan bimbingan bagi umat Advent sejak masa-masa awal, dan hal itu terus berlanjut hingga saat ini.