Upgrade to Pro — share decks privately, control downloads, hide ads and more …

Session 3 - Mass Communication

Sponsored · Your Podcast. Everywhere. Effortlessly. Share. Educate. Inspire. Entertain. You do you. We'll handle the rest. →

Session 3 - Mass Communication

The Model of Mass Communication, liniear, Sirkular and multisirkular, presented by Ade Putranto Prasetyo WIjiharto Tunggali

More Decks by Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali

Other Decks in Education

Transcript

  1. KAJIAN TEORI MEDIA & KOMUNIKASI Model-Model Komunikasi Massa Kerangka Teoretis,

    Tokoh Pencetus, Penerapan Praktis, dan Kajian Jurnal Penelitian Akademis DISUSUN UNTUK PERSPEKTIF Mata Kuliah Komunikasi Massa Klasik hingga Era Digital Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali, S.I.Kom., M.A., C.PR., C.CM.
  2. Peta Pembahasan Presentasi Struktur eksplorasi model-model komunikasi massa teoretis dan

    aplikatif 1. Pengantar & Konsep 2. Model Linier / Transmisi 3. Model Sirkular & Sirkulasi Definisi komunikasi massa, fungsi model, dan tipologi evolusi linier ke konvergensi. Jarum Hipodermik, Lasswell, ShannonWeaver, dan Berlo SMCR. Osgood-Schramm, Two-Step Flow, dan Multi-Step Flow Model. 4. Model Sistemik & Psikologis 5. Model Pengaruh & Media Modern 6. Sintesis & Komparasi Westley-MacLean, Model Gerbner, dan Model Maletzke. Agenda Setting, Uses & Gratifications, Cultivation, dan Digital Network. Tabel perbandingan, matriks relevansi era digital, dan penutup.
  3. Hakikat Model Komunikasi Massa Abstraksi teoretis untuk memahami kompleksitas penyebaran

    pesan publik Apa itu Model Komunikasi? 4 Fungsi Utama Model (Deutsch) Gambaran konseptual yang menyederhanakan unsur-unsur utama dalam proses komunikasi. Model membantu akademisi mengidentifikasi variabel, alur informasi, dan titik hambatan dalam penyampaian pesan ke khalayak luas. 1. Mengorganisasikan: Menata komponen proses komunikasi. 2. Menjelaskan: Mempermudah pemahaman dinamika pesan. 3. Heuristik: Membuka peluang penemuan teori baru. 4. Prediktif: Mengukur hasil dan dampak respon audiens.
  4. MODEL 01: POWERFUL EFFECTS Model Jarum Hipodermik (Hypodermic Needle Model)

    Mengasumsikan media massa memiliki kekuatan mutlak dan langsung menyuntikkan pesan ke dalam benak audiens yang pasif tanpa perlawanan. Skema Alur TOKOH PENCETUS Harold Lasswell (1927) & Harold Blumer ASUMSI UTAMA Pesan = Peluru/Suntikan | Audiens = Atomistis & Pasif | Efek = Langsung & Seragam MEDIA MASSA (Suntikan) AUDIENS PASIF (Reaksi Instant)
  5. MODEL 01: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Jarum

    Hipodermik Contoh Penerapan Sehari-hari Penyebaran kepanikan massal akibat hoaks kesehatan di grup WhatsApp keluarga, di mana penerima langsung mempercayai dan membagikan informasi tanpa memverifikasi kebenarannya. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "The Invasion from Mars: A Study in the Psychology of Panic" Peneliti: Hadley Cantril (1940) — Princeton University Temuan Utama: Mengkaji dampak siaran radio drama "War of the Worlds" karya Orson Welles yang menyebabkan jutaan pendengar panik karena percaya bahwa invasi Makhluk Mars benar-benar terjadi secara nyata.
  6. Model Komunikasi Lasswell MODEL 02: FORMULA LINIER WHO Communicator SAYS

    WHAT Message IN CHANNEL Medium TO WHOM Receiver WITH EFFECT Effect Analisis Kontrol Analisis Isi Analisis Media Analisis Audiens Analisis Efek Ungkapan verbal klasik yang mendefinisikan 5 elemen dasar komunikasi massa "Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?"
  7. MODEL 02: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Model

    Lasswell Contoh Penerapan Sehari-hari Kampanye iklan layanan masyarakat oleh Kementerian Kesehatan tentang Vaksinasi melalui Televisi Nasional kepada warga guna meningkatkan cakupan imunisasi nasional. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "The Structure and Function of Communication in Society" Peneliti: Harold D. Lasswell (1948) — Published in The Communication of Ideas Temuan Utama: Menjabarkan tiga fungsi utama media massa dalam masyarakat: pengawasan lingkungan (surveillance), korelasi bagian masyarakat dalam merespons lingkungan, serta transmisi warisan sosial dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  8. MODEL 03: MATHEMATICAL MODEL Model Matematik Shannon & Weaver Pencetus

    konsep gangguan (noise) dan proses enkoding/dekoding teknis TOKOH PENCETUS Claude Shannon & Warren Weaver (1949) ELEMEN KUNCI • Information Source: Pembuat pesan • Transmitter (Encoder): Mengubah pesan jadi sinyal • Noise Source: Gangguan fisik/teknis • Receiver (Decoder): Rekonstruksi sinyal • Destination: Penerima akhir Skema Alur Transmisi Sinyal Sumber Pemancar Sinyal Penerima NOISE SOURCE (Gangguan Sinyal/Teknis) Tujuan
  9. MODEL 03: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Shannon

    & Weaver Contoh Penerapan Sehari-hari Proses siaran langsung (Live Streaming) di mana video yang dienkripsi mengalami gangguan buffering atau kualitinya terdistorsi akibat koneksi internet (noise) sebelum sampai ke layar smartphone penonton. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "The Mathematical Theory of Communication" Peneliti: Claude E. Shannon & Warren Weaver (1949) — University of Illinois Press Temuan Utama: Memformulasikan kapasitas saluran komunikasi serta mengukur tingkat keandalan transmisi data digital saat berhadapan dengan interferensi hambatan eksternal.
  10. MODEL 04: MODEL SIRKULAR Model Komunikasi Osgood-Schramm TOKOH PENCETUS Charles

    E. Osgood & Wilbur Schramm (1954) Proses Dua Arah (Sirkular) KONSEP UNGGULAN Kedua belah pihak bertindak seimbang sebagai pengirim dan penerima pesan secara simultan. Menekankan pentingnya Field of Experience (Bidang Pengalaman). Komunikasi efektif hanya terjadi jika bidang pengalaman antara pengirim dan penerima saling beririsan (overlap). Peralihan dari model linier statis menuju proses interaktif sirkular
  11. MODEL 04: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Osgood-Schramm

    Contoh Penerapan Sehari-hari Sesi pembacaan berita interaktif di TV di mana pemirsa mengirimkan tweet balasan secara langsung yang kemudian dibaca dan direspon kembali oleh presenter berita di studio. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "How Communication Works: Process and Effects of Mass Communication" Peneliti: Wilbur Schramm (1954) — University of Illinois Press Temuan Utama: Menunjukkan bahwa kesamaan pengalaman budaya dan kebahasaan merupakan prasyarat mutlak agar interpretasi makna pesan massa tidak terdistorsi.
  12. MODEL 05: ALUR DUA TAHAP Model Two-Step Flow Communication Peran

    krusial Pemuka Pendapat (Opinion Leaders) sebagai perantara media TOKOH PENCETUS Paul Lazarsfeld, Bernard Berelson, & Hazel Gaudet (1944) Dinamika Dua Tahap MEDIA MASSA OPINION LEADER (Influencer/Tokoh) ALUR PENYEBARAN PESAN Tahap 1: Media Massa → Opinion Leader Tahap 2: Opinion Leader → Masyarakat Luas (Followers) MASYARAKAT / AUDIENS
  13. MODEL 05: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Two-Step

    Flow Contoh Penerapan Sehari-hari Pengaruh Key Opinion Leader (KOL) atau selebgram di Instagram yang mengulas produk kecantikan. Konsumen lebih percaya rekomendasi KOL daripada iklan resmi brand. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "The People's Choice: How the Voter Makes Up His Mind in a Presidential Campaign" Peneliti: Lazarsfeld, Berelson, & Gaudet (1944) — Columbia University Press Temuan Utama: Riset pemilu menunjukkan bahwa hubungan antarpribadi dan diskusi dengan pemuka pendapat lokal lebih dominan mempengaruhi pilihan politik warga dibandingkan iklan politik langsung di radio/surat kabar.
  14. MODEL 06: MODEL GATEKEEPING Model Westley & MacLean Integritas peran

    Gatekeeper (C) dalam menyaring peristiwa lingkungan TOKOH PENCETUS Bruce Westley & Malcolm S. MacLean Jr. (1957) Peran Gatekeeper (C) 4 KOMPONEN UTAMA • X (Events): Peristiwa di lingkungan nyata • A (Advocate): Sumber berita/narasumber • C (Channel/Gatekeeper): Editor/Media massa yang menyaring • B (Behavioral System): Audiens penerima Perantara (C) memilih item berita dari berbagai sumber (A) mengenai peristiwa (X), lalu mengemasnya sesuai kebutuhan audiens (B) dengan mekanisme umpan balik (feedback loop).
  15. MODEL 06: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Westley

    & MacLean Contoh Penerapan Sehari-hari Proses kerja redaksi pers: Pemred dan Editor Koran/Portal Berita yang menyeleksi ratusan draf liputan reporter lapangan sebelum diterbitkan ke masyarakat umum. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "A Conceptual Model for Communications Research" Peneliti: Bruce H. Westley & Malcolm S. MacLean Jr. (1957) — Journalism Quarterly Temuan Utama: Membuktikan bahwa media massa bertindak sebagai agen penyaring independen yang tidak sekadar meneruskan pesan, melainkan membentuk persepsi realitas publik.
  16. MODEL 07: PERSEPSI REALITAS Model Umum Gerbner (Gerbner's Model) Kait

    reka bentuk antara Persepsi, Kejadian, dan Transmisi Pesan Media DUA DIMENSI UTAMA 1. Dimensi Perseptual: Hubungan antara kejadian nyata (E) dengan persepsi pengamat (E1). 2. Dimensi Alat/Keterampilan: Pembuatan bentuk pesan (SE) dan transmisinya. Transmisi Persepsi Realitas Realitas tidak pernah disampaikan 100% murni. Media memproses persepsi atas realitas (E1) dan mengemasnya ke dalam bentuk simbolik (SE1) yang dikonsumsi audiens. TOKOH PENCETUS George Gerbner (1956)
  17. MODEL 07: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Model

    Gerbner Contoh Penerapan Sehari-hari Pembuatan dokumenter bencana alam di televisi: Kameramen memilih sudut pengambilan gambar yang dramatis (SE1) untuk memunculkan persepsi empati mendalam bagi pemirsa rumah. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "Toward a General Model of Communication" Peneliti: George Gerbner (1956) — Audio Visual Communication Review Temuan Utama: Menyediakan kerangka umum yang dapat diterapkan baik pada komunikasi antarpribadi maupun komunikasi massa yang kompleks berbasis media teknis.
  18. MODEL 08: PSIKOLOGI SOSIAL Model Komunikasi Massa Maletzke Sistem psikologis

    rumit yang melibatkan faktor kepribadian dan lingkungan sosial TOKOH PENCETUS Gerhard Maletzke (1963) FAKTOR PENENTU EFESISENSI Kompleksitas Sosio-Psikologis • Self-image komunikator dan penerima • Struktur kepribadian individu • Lingkungan sosial dan iklim organisasi media • Tekanan publisitas pada media Media massa tidak beroperasi dalam ruang hampa. Efek media dibatasi oleh citra diri penerima, iklim sosial, dan citra publik lembaga media tersebut.
  19. MODEL 08: APLIKASI & RISET Aplikasi & Rujukan Jurnal: Model

    Maletzke Contoh Penerapan Sehari-hari Perbedaan penerimaan berita politik yang sama antara pendukung partai A dan partai B di media sosial, di mana faktor psikolog is dan preferensi ideologi pribadi menapis pesan secara selektif. RUJUKAN JURNAL PENELITIAN "Psychologie der Massenkommunikation" Peneliti: Gerhard Maletzke (1963) — Hans-Bredow-Institut Temuan Utama: Menegaskan bahwa pemaknaan pesan massa merupakan transaksi psikologis kompleks yang dipengaruhi oleh ekspektasi audiens terhadap reputasi media.
  20. EFEK MEDIA CONTEMPORARY Model Agenda Setting (Penataan Agenda) Media tidak

    memberitahu cara berpikir, tapi memberitahu apa yang harus dipikirkan TOKOH PENCETUS Maxwell McCombs & Donald Shaw (1972) Jurnal Kunci (Chapel Hill Study) McCombs & Shaw (1972) — Public Opinion Quarterly ALUR AGENDA Agenda Media (Intensitas Pemberitaan) Agenda Publik (Isu Penting Menurut Warga) Penerapan Praktis: Pemberitaan konstan mengenai kenaikan harga bahan pokok di berita TV menjadikan isu inflasi sebagai prioritas utama perhatian publik nasional.
  21. EFEK MEDIA CONTEMPORARY Model Uses and Gratifications Audiens aktif memilih

    media untuk memenuhi kebutuhan spesifik mereka TOKOH PENCETUS Elihu Katz, Jay Blumler, & Michael Gurevitch (1974) Jurnal Kunci Katz, Blumler, & Gurevitch (1974) — The Uses of Mass Communications Penerapan Praktis: Seseorang sengaja berlangganan platform streaming Netflix secara khusus untuk memenuhi kebutuhan hiburan dan relaksasi setelah beraktivitas seharian. 4 MOTIF KEBUTUHAN (MCQUAIL) 1. Informasi / Pengetahuan 2. Identitas Pribadi 3. Integrasi & Interaksi Sosial 4. Hiburan / Pelepasan Ketegangan
  22. Matriks Perbandingan Model Komunikasi Massa Model Tokoh / Tahun Sifat

    Alur Peran Audiens Fokus Utama Jarum Hipodermik Lasswell (1927) Linier 1-Arah Pasif Mutlak Efek media yang sangat kuat Formula Lasswell Lasswell (1948) Linier 5 Unsur Pasif / Penerima Analisis elemen transmisi Shannon & Weaver Shannon (1949) Linier Teknis Sasaran Sinyal Gangguan saluran (Noise) Osgood-Schramm Schramm (1954) Sirkular 2-Arah Aktif / Interaktif Field of Experience Two-Step Flow Lazarsfeld (1944) Dua Tahap Tergantung Leader Peran Opinion Leader Westley & MacLean Westley (1957) Sistemik Umbi Pencari Informasi Fungsi Gatekeeping (C)
  23. Evolusi Model di Era Media Digital Transformasi teori klasik dalam

    menghadapi konvergensi internet & AI Algoritma sebagai Gatekeeper Networked Micro-Influencers Hyper-Interactivity Peran Gatekeeper (Westley-MacLean) kini dialihkan dari editor manusia ke sistem Algoritma Rekomendasi (TikTok, X, YouTube). Model Two-Step Flow berkembang menjadi Multi-Step Flow di mana setiap pengguna media sosial berpotensi menjadi mikroinfluencer. Model Sirkular Schramm menjadi realitas mutlak; batas antara produsen berita dan konsumen (Prosumer) makin kabur secara realtime.
  24. RANGKUMAN PENUTUP Kesimpulan & Implikasi Pemahaman model komunikasi massa memberikan

    gambaran linier hingga dinamika sirkular modern. Model teoretis tetap relevan sebagai panduan menganalisis fenomena komunikasi massa di era konvergensi media digital. 8+ Teori Utama 100% Terintegrasi Telah Terbedah Tuntas Studi Jurnal Ilmiah Sesi Tanya Jawab (Q&A) Dipersilakan